Monday, January 30, 2012

Dampak Situs Jejaring Sosial


Revolusi Internet Melaui Situs Jejaring Sosial

dampak situs jejaring sosial
dampak situs jejaring sosial
Situs jejaring sosial merupakan suatu revolusi yang mengubah cara penggunaan Internet untuk bersosialisasi dan berinteraksi di dunia maya. Kita akui manfaat internet sangat berperan terhadap globalisasi informasi, namun yang tidak dapat dihindari kehadiran internet khususnya kehadiran social media atau media jejaring sosial menimbulkan dampak terhadap sistem keamanan.
Saat ini Para pengguna tidak melihat tua, muda perempuan, laki-laki, sangat bergairah memanfaatkan situs jejaring sosial baru tersebut seperti Facebook, Twitter dan berbagai layanan lain sejenisnya untuk memenuhi berbagai tujuan. Trend penggunaan situs jejaring sosial ini semakin meningkat dan seakan-akan tidak ada tanda akan surut.terlebih beberapa situs media sosial memberi kesempatan bagi pengguna unguk menambahkan aplikasi misalnya vitus web video chat yang dapat diintegrasikan, game online dsb, dengan tujuan agar pengguna semakin betah memanfaatkan media jejaring sosial ini.
Suatu Pertanyaan, mengapa masalah yang terkait situs jejaring sosial begitu menarik perhatian masyarakat dunia terutama para ahli keamanan jaringan komputer khususnya jaringan internet.

Dampak Situs Jejaring Sosial Terhadap Sistem Keamanan

Dilansir dari Pejabat Eksekutif  Keaman Cyber Malaysia Lt. Kol. (B) Husin Jazri mengatakan bahwa, pada bulan Juni 2010 yang lalu, situs jejaring sosial Twitter telah memainkan peran yang sangat penting dalam menyebarkan pesan protes kaum oposisi Iran saat kemelut pemilu di negara tersebut. Bahkan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah meminta operator Twitter agar menunda proses meningkatkan layanan agar tidak mengganggu penggunaan oleh warga Iran.
Pada akhir Januari hingga awal Februari yang lalu, seluruh dunia dikejutkan dengan krisis yang melanda Mesir sehingga menyebabkan suksesi Presiden Hosni Mubarak. Gerakan protes rakyat di Mesir mulai dicetuskan oleh sekelompok aktivis muda yang menuntut agar proses reformasi politik dilakukan di negara tersebut. Hal ini merupakan rentetan krisis politik yang telah melanda Tunisia sebelumnya
Ironisnya, revolusi di Mesir menyebar ke negara-negara regional dan memicu berbagai gerakan anti-pemerintah seperti  Aljazair, Yaman, Bahrain dan Libya. Krisis di Timur Tengah juga menarik perhatian para ahli keamanan cyber dan mereka menganggapnya sebagai satu fenomena. Penelitian menunjukkan jejaring sosial memainkan peran penting dalam membantu aktivis meluncurkan propaganda cyber mereka dan mempengaruhi persepsi rakyat untuk melawan pemerintah.
Layanan dari situs jejaring sosial seperti ini dan Twitter telah digunakan sebagai platform dalam memicu kebangkitan rakyat Mesir dan deklarasi tanggal 25 Januari 2011 sebagai hari peluncuran revolusi. Media juga melaporkan bahwa aktivis ini mendapat bantuan dari seorang staf Google warga Mesir untuk memungkinkan semua bentuk komunikasi disalurkan secara aman melalui sistem pesan cepat (instant messaging system) Google.
Apa yang wajar diperhatikan adalah tentang kemampuan situs jejaring sosial dan dampaknya terhadap negara. Situs Jejaring sosial dijadikan platform oleh rakyat Mesir untuk berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain, dan meluncurkan gerakan revolusi melawan pemerintah.
Pemerintah Mesir mulai menyadari hal ini dan segera mengambil tindakan pada tanggal  28 Januari 2011 untuk membatasi akses Internet melalui  perusahaan ISP – Internet Service Provider utama. Namun, tindakan tersebut agak terlambat dan tidak mampu untuk mengubah persepsi rakyat Mesir yang sudah terpatri terhadap seruan revolusi. Bahkan tindakan tersebut telah menimbulkan reaksi negatif oleh mesin pencari raksasa Google
Dampak revolusi Mesir ternyata tidak berhenti di negara itu saja. Bahkan merembes ke negara-negara sekitarnya seperti Aljazair, Yaman, Bahrain, Libya dan Oman. Dalam krisis di Libya, pemerintah pimpinan Kolonel Muammar Kaddafi telah melaksanakan pembatasan akses terhadap sejumlah situs dan layanan Internet seperti Facebook, YouTube dan juga Hotmail. Namun perlawanan Anti pemerintah Khadapi seperti tidak pernah menyerah hingga suksesi kepemimpinan Libya terjadi yang ditandai dengan wafatnya Sang Pemimpin Libya sekaligus mengakhiri pemerintahannya dengan pembunuhan yang tragis pada tanggal  20 oktober 2011.
Situs Jejaring sosial pada awalnya hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tapi kini berubah menjadi platform yang efektif untuk menghasilkan revolusi. Informasi berbentuk fitnah, cemooh, kutukan dan seruan semakin menggelorakan ruang cyber. Fenomena yang dicetuskan oleh  situs jejaring sosial sudah pasti memberi tantangan kepada negara.
Pendekatan terbaik harus diambil agar teknologi tersebut bisa digunakan secara bijaksana terutama oleh pengguna. Mereka harus dididik agar menggunakan media jejaring sosial agar menjadi pribadi-pribadi yang lebih sosial, harapan kita semua agar manfaat internet dapat membantu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing negara, dan kita berharap agar media jejaring sosial dijadikan media untuk menjalin persaudaraan dan cinta damai,  membangkitkan kembali human sense yang mulai pudar, agar hidup kita lebih sosial dan tidak terhasut oleh umpatan, hinaan yang tidak bertanggung jawab menyebar melalui situs jejaring sosial terbaru.

No comments:

Post a Comment